Cari Blog Ini

Rabu, 15 Maret 2017

DEVELOPMENT COMMITTEE



DEVELOPMENT COMMITTEE
( DEC )



DASAR PROGRAM KEMANUSIAAN

Jumlah Penduduk adalah sebuah potensi yang besar bagi pembangunan suatu daerah bilamana masyarakat di daerah tersebut di kelola secara baik dan benar, mereka akan tumbuh menjadi masyarakat yang teratur, tertib, dan berkualitas,mampu membangun dirinya sendiri serta bermanfaat bagi kepentingan pembangunan di daerahnya. Akan tetapi, bilamana suatu daerah dengan populasi penduduk yang sangat tinggi, kehidupan masyarakatnya tidak di tata sejak sedini mungkin, maka
akan menimbulkan bentuk masyarakat yang hidup dengan sesuka hatinya, tanpa kontrol dan tidak dapat di atur.
Masyarakat seperti itu akan menjadi ancaman dan malapetaka bagi kehidupan dan masa depan suatu daerah, yang pada gilirannya menimbulkan masyarakat chaos, yaitu masyarakat yang mementingkan diri sendiri, tidak dapat dikendalikan dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah di daerahnya. Selama ini masyarakat memiliki pemahaman yang sangat terbatas terhadap mereka yang dianggap sebagai panutannya seperti pemerintah daerah tempat dimana mereka berada, sektor swasta sebagai penyedia lapangan kerja dan para profesional dengan keahlian tertentu.
Masyarakat cenderung menyerahkan masa depan dan kehidupannya kepada mereka yang memiliki kemampuan lebih baik dibanding dirinya sendiri. Masyarakat percaya, seluruh persoalan kehidupan sekecil apapun dapat ditanggulangi dan menjadi tanggung jawab dari para pemimpinnya. Karena itu masyarakat bersikap pasif dan selalu menunggu janji-janji yang telah dibuat oleh pemerintah daerah atau oleh tokoh-tokoh masyarakat yang ada dilingkungannya sampai dengan janji-janji tersebut dapat terpenuhi. Akan tetapi, setelah menunggu sekian lama janji tinggallah janji, harapan tidak pernah menjadi kenyataan.
Kemampuan pemerintah yang dianggap sebagai superior (mampu menyelesaikan seluruh persoalan) ternyata tidak terbukti. Untunglah secara perlahan tapi pasti, masyarakat berada dalam era globalisasi dimana teknologi informasi telah mengantarkan manusia berada dalam wilayah open information (dunia tanpa batas), yang membuat masyarakat memahami seluruh persoalan yang terjadi di lingkungannya,termasuk di dalamnya memahami kesulitan yang sedang di hadapi oleh pemerintahnya sendiri.
Akibatnya pemerintah harus mengakui bahwa selama ini mereka berada dalam kesulitan dan keterbatasan untuk membangun masyarakat sesuai dengan janji-janji yang telah dibuatnya. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya beban hutang pemerintah dalam bentuk pinjaman luar negeri yang jatuh tempo dan harus segera dilunasi dengan kewajiban pengembalian pinjaman pokok dan bunga(interest) yang sangat membebani keuangan pemerintah.
Betapapun terbatasnya dana pembangunan yang disediakan oleh pemerintah, system pembangunan masyarakat tidak boleh terhenti karena akan mengganggu master plan pembangunan secara keseluruhan (dampak sistemik). Untuk mengatasi kesulitan tersebut perlu di mobilisasi partisipasi dan bantuan semua pihak dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun dirinya sendiri sekaligus membantu pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah di daerahnya. Kesempatan itu ternyata telah di berikan seluas-luasnya kepada masyarakat dalam bentuk otonomi daerah,dimana masyarakat dapat berperan aktif melakukan pembangunan diwilayah terbatas tanpa harus terikat oleh beban-beban hutang yang sedang menyandera sistem keuangan pemerintah. Tidak ada jalan lain, masyarakat harus berinisiatif membantu pembangunan dengan kemampuannya sendiri, yaitu melakukan pembangunan di bidang kemanusiaan (humanitarian),agar pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat terhindar dari pembangunan yang bersifat komersial yang dapat menambah beban hutang pemerintah.
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dibentuk organisasi kemanusiaan (humanitarian) yang bekerja secara profesional, teratur dan bersistem, dalam suatu panitia khusus yang di beri nama Panitia Pembangunan (Development Committee) di masing-masing daerah.
Dengan demikian masalah-masalah kemanusiaan di suatu Daerah dapat segera diatasi dan di selesaikan. Ada beberapa alasan yang membuat Program Kemanusiaan (Humanitarian Program) begitu penting untuk dilaksanakan, antara lain Program kemanusiaan (Humanitarian Program) bersifat universal, tidak membeda-bedakan kelompok dan golongan tertentu serta wajib dilaksanakan oleh suatu pemerintahan atau institusi/organisasi yang melibatkan banyak orang.
Karena itu pemahaman dan latar belakang timbulnya program kemanusiaan (humanitarian program) menjadi faktor penting untuk di ketahui dan di pahami oleh semua orang agar pelaksanaan dan penerapannya di lapangan sesuai dengan prinsip-prinsip.

POSITIVE THINKING
Sikap positif hanya bisa diwujudkan ketika kita mampu membebaskan diri dari segala kedengkian.Tidak ada dendam dan kebencian. Pemimpin yang berkualitas selalu melihat orang lain sebagai keberkahan.Mereka sadar bahwa kehadiran orang lain adalaj jembatan untuk mencapai keberhasilan.” Jauhilah olehmu segala bentuk kedengkian , sebab kedengkian itu memakan segala kebaikan sama seperti api memakan kayu bakar yang kering “.
Hidup bagiku bukanlah tujuan, melainkan sebuah misi suci (sacred mission) untuk menebarkan benih kebajikan universal (rahmatan lil alamin) yang melahirkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedamaian (as-salam).Langkahku sangat mantab karena telah kutetapkan kiblatku yang jelas, yaitu sebuah visi abadi untuk mengenal jalan kembali dengan cara meraih ridha Ilahi.
Kupandang setiap makhluk ciptaan-Nya sebagai titipan amanah yang harus ku jaga dengan penuh cinta dan dengan segala kemampuanku kupelihara jiwa dan hati mereka karena eksistensi dan kualitas diriku sangat ditentukan sejauh mana aku mencintai dan memberi manfaat bagi mereka.Maka, kebahagiaanku yang paling bermakna adalah menjadikan diriku bermanfaat bagi mereka mereka ”
Kompetensi adalah benih-benih kemampuan yang harus dipupuk dan disiram melalui berbagai proses pembelajaran dan pelatihan, menekuni pekerjaan dengan sunguh-sungguh, dan mengatasi bahkan berani mengambil resiko untuk menghadapi tantangan. Kompetensi dibangun tidak dalam satu hari, tetapi ia merupakan sebuah mata rantai dari rasa ingin tahu yang sangat mendalam.
Para pemimpin yang kompeten adalah sosok manusia yang selalu merasakan dirinya merasa berkekurangan untuk menimba ilimu dan pengalaman. Mereka tidak pernah merasa gengsi atau meremehkan orang lain betapapun kedudukan orang itu.
Ibarat dawai-dawai gitar. Dia tidak akan pernah berbunyi , kecuali kita petik, dan getarannya akan bertambah indah bergantung dari kompetensi kita memainkannya “.


WORLD DEC memang bukan perusahaan. Karena itu WORLD DEC ada bukan untuk mencari keuntungan. WORLD DEC dibangun atas dasar, adanya keinginan dari Masyarakat untuk mendapatkan peningkatan Pengetahuan yang membuat masyarakat menjadi CERDAS, Trampil sehingga dapat meningkatkan Kesejahteraan bagi dirinya dan keluarganya secara menyeluruh lahir dan bathin. Penyusunan Program World DEC harus atas dasar kemanusiaan. Oleh karena itu dalam Merecord Data pun harus mempunyai dasar yang jelas.

Kami akan memberikan arahan, agar pengurus di daerah mempunyai pedoman yang benar dalam menentukan KODE Wilayah. berikut kami berikan deskripsinya :

Kode Wilayah disusun berdasarkan urutan Wilayah/Daerah tersebut, kapan mereka mendaftarkan / mengajukan diri kepada World DEC untuk menjadi pengurus di Daerahnya. Misalkan untuk Wilayah ACEH atau yang kami sebut dengan ACEH STATE. Saat kami menginformasikan adanya Program Kemanusiaan untuk ACEH, daerah mana yang merespon lebih dulu atas informasi yang kami berikan. Konkritnya yang dimaksud dengan merespon adalah adanya pengajuan diri (sendiri/berkelompok) untuk menjadi Pengurus Daerah dengan melampirkan BIODATA, CV, KK,KTP dan Photo yang diberikan kepada kami , melalui Dewan Pembina atau Koordinator Wilayah.

Jika berdasarkan urutan terujung Pulau, maka Kota Sabang menjadi urutan pertama, akan tetapi jika berdasarkan urutan Alphabet maka Kabupaten Aceh Barat menjadi urutan yang pertama. Didalam Program Kemanusiaan tidak mengenal urutan berdasarkan itu. Dalam Program Kemanusiaan, yang dilihat adalah siapa/daerah mana yang lebih dahulu merespon, itulah yang mendapatkan urutan (prioritas) pertama. Mengapa di daerah ACEH STATE, justru Kab.ACEH BESAR yang mendapatkan urutan pertama (01) karena Kabupaten ACEH BESAR lah yang pertama kali mengajukan untuk membentuk kepengurusan di Daerahnya hingga terbentuklah ABE-DEC yang telah mendapatkan legalitas dari Notaris serta mendapatkan SK dari Pengurus Pusat.

Bagaimana jika pada tanggal yang sama, ada beberapa daerah yang mendaftar menjadi anggota DEC? Kita kembali pada contoh ABE-DEC. Jika saat Pembentukkan Pengurus pada tanggal 1 baru terdaftar 1 orang, maka data KECAMATAN orang tersebut di ABE-DEC menjadi urutan pertama (01) juga Kelurahannya mendapat urutan pertama (01) di Kecamatan tersebut.
Lalu bagaimana jika Pada tanggal yang sama ada 40 orang mendaftarkan menjadi anggota DEC?

Bila ini terjadi, maka yang dilakukkan urutkan data KECAMATAN berdasarkan alphabet dari A-Z begitu juga dengan Kelurahannya di urutkan berdasarkan alphabet dan ini kemudian menjadi dasar pengkodean di tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Kode yang dibuat ini akan menjadi pedoman pengisian data bagi anggota-anggota baru. Oleh karena itu tanggal pendaftaran menjadi hal mutlak yang harus ada.

Mengapa kami beri judul PRIORITAS? dalam kondisi seperti sekarang ini, jarang sekali orang tertarik untuk merespon
adanya program KEMANUSIAAN. Lebih banyak orang yang ragu daripada yang antusias dengan programnya, padahal programnya sangat kita butuhkan. Kenapa? karena kepedulian masyarakat akan dirinya dan orang lain sudah makin tipis. Saat ini, kebanyakkan orang selalu mengukur segala sesuatunya dengan nilai nominal (jumlah uang).

Program Kemanusiaan erat kaitannya dengan membentuk semangat kebersamaan, saling membantu, bekerjasama serta menghormati akan Hak Asasi seseorang. Sedangkan orang2 yang sekarang selalu mengukur segala sesuatunya dengan uang, maka ia akan tergiring pada kehidupan yang individual dan cenderung akan terkotak-kotak, dan menjauh dari kepentingan bermasyarakat. Oleh karena itulah kami dari World DEC akan mengapresiasi siapa saja yang saat ini ingin mengembangkan Program Kemanusiaan ini dengan baik dan benar, dan mereka itulah yang akan mendapatkan Prioritas dari World DEC.

OTONOMI DAERAH DAN PROGRAM KEMANUSIAAN

Otonomi Daerah dan Program Kemanusiaan Dengan memperhatikan sistem pemerintahan setingkat otonomi daerah, masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun dirinya sendiri dalam bentuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya dengan demikian program kemanusiaan (humanitarian program) dapat dijadikan dasar sebagai modal pembangunan, agar dana yang masuk dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat dengan cara bekerja secara teratur dan bersistem, tepat sasaran dan dapat dipertanggung jawabkan penggunaannya.
Bidang-bidang kemanusiaan yang menjadi program utama dari Panitia Pembangunan (Development Committee) terdiri dari 10(sepuluh) bagian, yaitu 5(lima) bagian pembangunan mental dan 5(lima) bagian untuk infrastruktur sebagai fasilitas pendukung sistem pembangunan kemanusiaan antara lain :


P R O G R A M
WORLD SAVE FOR ALL
Hasil gambar untuk LOGO DEC SAVE FOR ALL

" logo SFA kota Tangerang "
Humanitarian Program
Program-program Kemanusiaan DEC (Development Committee) Meliputi:
BAGIAN SAVE FOR ALL
Sub bagian Kesejahteraan Sosial
Sub bagian Keluarga Berencana
Sub bagian Fasilitas Kesejahteraan Sosial

BAGIAN HEALTH FOR ALL
Sub bagian Pelayanan Medis
Sub bagian Pencegahan Penyakit Menular
Sub bagian Fasilitas Kesehatan

BAGIAN FINANCE
Sub bagian Koperasi dan Pegadaian
Sub bagian Tabungan Daerah
Sub bagian Jaminan Sosial

BAGIAN RESEARCH AND TECHNOLOGY
Sub bagian Teknologi Tepat Guna
Sub bagian Industri dan Perdagangan
Sub bagian Pemetaan dan Save Energy

BAGIAN EDUCATION FOR ALL
Sub bagian Wajib Belajar
Sub bagian Pendidikan Luar Sekolah
Sub bagian Fasilitas Pendidikan

BAGIAN JUSTICE FOR ALL
Sub bagian Pelayanan Hukum
Sub bagian Reklasering
Sub bagian HAM

BAGIAN HUMAN RESOURCE
Sub bagian Olah Raga dan Seni Budaya
Sub bagian Tani dan Nelayan
Sub bagian Buruh dan Tenaga Kerja

BAGIAN NATURAL RESOURCE
Sub bagian Pertambangan
Sub bagian Reboisasi
Sub bagian Kelautan

BAGIAN INFRASTRUCTURE
Sub bagian Air dan Listrik
Sub bagian Transfortasi dan Komunikasi
Sub bagian Perumahan

BAGIAN RESCUE
Sub bagian Darat
Sub bagian Laut
Sub bagian Udara

Pendirian Esa Monetary Fund (EMF) DAN World DEC
Pada tanggal 21 Juni 2004, Esa Monetary Fund di Deklarasikan, dan keberadaan Esa Monetary Fund (EMF) diberitahukan melalui kepala United Nations bahwa EMF telah Efektif. Dan balasan surat dari United Nations kepada EMF baru pada tanggal 9 September 2004. Sejak itulah United Nations mulai berkomunikasi dengan EMF.
Pada tanggal 26 Desember 2004 terjadi bencana Tsunami di Aceh. Sampai 2 hari dari kejadian, tidak ada satu negarapun yang datang untuk membantu Aceh. Oleh karena itu, EMF pada tanggal 28 Desember 2004 mengirimkan surat ke Joseph Spire memerintahkan bundest president Switzerland agar IRC (international Red Cross) membantu Tsunami Aceh . Negara mana saja yg membantu tsunami di Aceh akan mendapatkan @ $ 50.000.000 USD. Tidak berapa lama dari itu, mulailah berdatangan bantuan dari beberapa negara seperti Amerika, Singapura, Abudabi dan terus datang secara bergelombang hingga totalnya 98 Negara.
98 Negara ini adalah anggota PBB (United Nations), Hanya saja dalam pengamatan Esa Monetary Fund ternyata ada penyimpangan dalam pelaksanaan Program Kemanusian yang dilakukan oleh anggota PBB tersebut selama ini.
Setelah mempelajari dengan seksama dan dengan perhitungan yang matang selama 10 tahun, maka di tahun 2014 ESA MONETARY FUND (EMF), bersinergi dengan WORLD DEVELOPMENT COMMITTEE. ESA MONETARY FUND telah menyiapkan dana untuk disalurkan oleh World Development Committee dalam Program Kemanusiaan.
Atas Dasar Hukum Kemanusiaan, maka masyarakat yang meminta Dana Kemanusiaan kepada World DEC, haruslah Lembaga legal, yang dibangun secara mandiri oleh kelompok Masyarakat di Daerah tersebut dalam sebuah Kepanitiaan Pembangunan Daerah (DEC) Juga dengan cara yang benar dan dengan administrasi yang rapih.
Informasi ini diberitahukan kepada rekan2, kerabat dan handaitaulan, bagi siapa saja yang ingin membangun Daerahnya maka untuk membentuk Kepanitiaan di daerah dimana di setiap akta pendiriannya di cantumkan Nama Pembina sebagai perwakilan dan World DEC untuk mengukuhkan jati diri EMF sebagai Pemilik Aset yang akan membiaya Program-program Kemanusiaan di daerah masing-masing.

Agar DEC Daerah dapat terhubung dengan World DEC, maka dari beberapa DEC di daerah harus membentuk DEC Wilayah hingga DEC-DEC Wilayah membentuk DEC Nasional.
Setelah struktur terbentuk, barulah World Development Committee menyalurkan dana kemanusiaan kepada semua DEC di daerah sebagai badan operasional dalam melaksanakan program kemanusiaan yang berhubungan langsung dengan masyarakat yang telah mempunyai struktur yang lengkap. Keberadaan World DEC telah diberitahukan kepada United Nation pada tanggal 24 Oktober 2014 dan di Deklarasikan di Yogyakarta pada tanggal 7 Desember 2014. Oleh karena itu mengapa dalam ID card di cantumkan “World Devlopment Committee – United Nations”. Mengapa kita tidak dapat mengakses website World Dec? Karena DEC di programkan untuk 30 tahun kedepan, jadi tahapan proses itu harus dilalui dengan benar ( Bottom Up). Jika tahapan ini tidak dilewati secara benar maka dana kemanusiaan tidak akan pernah cair. Mengapa? karena tatacaranya salah dan tidak sesuai dengan hukum dasar kemanusiaan. Sesuatu yg batal demi hukum konsekuensinya Dana Kemanusiaan tidak Cair dan Program tidak bisa terealisasi.
Logo yang digunakan Oleh World Development Committee Perisai Hitam serta Garis silang berwarna Emas ini menunjukkan tentang Koordinat Central Hak atas Tanah ( Pemilik Aset) berada di Bandung.Dimana Bandung juga tempat Deklarasi EMF dan United Nations. Cakra (Bintang delapan) mewakili Ilmu-ilmu dasar; ilmu matematikan, Fisika, Biologi, Kimia, Geologi, Hukum, Sejarah, dan Ekonomi yang di implentasikan dalam 10 Program kemanusiaan. Bulatan merah yang menjadi dasar Bintang/Cakra/Cahaya, ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia harus dapat menyampaikan ilmu pengetahuan dengan benar dan baik, sehingga timbul rasa kesadaran, serta kepekaan untuk saling mengingatkan, saling memperhatikan dan tolong menolong. Perisai merah (dada Manusia) ini menunjukkan bahwa Manusia bekerja dengan suatu batasan dan harus menghormati batas2 yang telah ditentukan. Semangat dalam melaksanakan program kemanusiaan juga tidak boleh melanggar wilayah orang lain. Semua harus sesuai dengan porsi tugasnya masing-masing.
Yang memberikan Ilmu Pengetahuan/ Cahaya itu adalah Allah, secara keseluruhan ttg Logo diartikan sebagai perintah Allah agar kita menjalankan Hablum minannas tanpa membedakan RAS, Agama atau golongan karena Allah itu Rahmatan lil Alamin.

WORLD SAVE FOR ALL
” Hidup bagiku bukanlah tujuan, melainkan sebuah misi suci (Sacred Mission) untuk menebarkan benih kebajikan Universal (Rahmatan lil ‘Alamin) yang melahirkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedamaian (As-Salam). Langkahku sangat mantap karena telah kutetapkan kiblatku yang jelas, yaitu sebuah Visi abadi untuk mengenal jalan kembali dengan cara meraih ridha Ilahi. Kupanda

VISI
“Membangun Masyarakat menjadi Masyarakat yang Cerdas, Terampil Sejahtera Lahir dan Batin “

MISI
  1. Membentuk Panitia Pembangunan Daerah yang bekerja secara profesional di bidang Kemanusiaan ( Humanitarian ) untuk membantu tugas-tugas Pemerintah Membangun Kabupaten / Kota di daerah tersebut.
  2. Mendirikan Pusat Pengkajian Informasi Daerah ( PUSPINDA ) yang bekerja secara teratur dan bersistem agar sistem pembangunan kemanusiaan di Kabupaten / Kota dapat bekerja secara cepat, tepet, efektif dan efisien.
  3. Menggerakan seluruh potensi masyarakat Kabupaten / Kota untuk bersama-sama membangun daerahnya dan membangun dirinya sendiri agar menjadi manusia seutuhnya ( paripurna ).

NAMA LEMBAGA
DEVELOPMENT COMMITTEE disingkat DEC

AZAS
P a n c a s i l a

TUJUAN
DEC dibangun dan didirikan untuk mewujudkan masyarakat Sejahtera Lahir  dan Batin.

KEDAULATAN
Kedaulatan tertinggi DEC berada pada pemilik Asset yang merupakan Lembaga Keuangan Tunggal Dunia dengan nama Esa Monetary Fund dilaksanakan oleh pemegang asset yang di tempatkan pada dewan Pembina DEC untuk menjalankan Program Kemanusiaan ( Humanitarian Program )

DEWAN PEMBINA

Pemegang Aset
Yaitu mereka yang menyediakan modal kerja terjamin untuk menjalankan Program Kemanusiaan ( Humanitarian Program )
Pengendali Program
Mereka yang mempersiapkan Program Kemanusiaan (Humanitarian Program) untuk mengelola modal terjamin menjadi dana rutin untuk membiayai Program Kemanusiaan yang dilajankan oleh DEC

PEMEGANG KEBIJAKAN DAERAH

Mereka yang memiliki jabatan pada pemerintah daerah, dengan jabatan tersebut mereka dapat membantu memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Kemanusiaan ( Humanitarian Program ) yang dilaksanakan oleh DEC

PANITIA PENGENDALI ATAU PENGURUS DAERAH
PANITIA PELAKSANA ATAU PENGURUS CABANG

SERAGAM DAN ATRIBUT

PANJI
DEC Mempunyai Panji atau Pataka berbentuk bendera persegi empat, berwarna putih dengan rumbai-rumbai kuning dipinggirnya, selanjutnya ditengah Pataka terdapat Perisai berwarna pinggir merah ditambah tulisan Development Committee berwarna putih, sedangkan bagian dalam perisai berwarna hitam terdapat garis vertical dan horizontal berwarna kuning emas, ditengah-tengah perisai terdapat lingkaran berwarna merah dengan lambing matahari yang diberi symbol Cakra kuning emas.

LAMBANG

 Lambang Development Committee, terdiri dari :

"Contoh Logo DEC Lampung Tengah"
  1.  Perisai berwarna merah sebagai simbol kehidupan, pertahanan diri dan kekuatan tekad semangat menjalankan program kemanusiaan (humanitarian program) dan bekerja dengan suatu batasan dan harus menghormati batas2 yang telah ditentukan. Semangat dalam melaksanakan program kemanusiaan juga tidak boleh melanggar wilayah orang lain. Semua harus sesuai dengan porsi tugasnya masing-masing.
  2.  Tulisan Nama Wilayah/Kab/Kota Development Committee sebagai tempat lokasi pelaksanaan pembangunan program kemanusiaan.
  3.  Perisai bagian dalam berwarna hitam yang memiliki arti hak kedaulatan yang sah, clear and clean untuk menjalankan program kemanusiaan (humanitarian program) di dunia.
  4.  Garis Horizontal dan Vertikal warna emas menunjukkan titik koordinat central Hak Atas Tanah (Pemilik Aset). Sebagai daerah Corps Diplomatic tempat berdirinya lembaga-lembaga dunia.
  5.  Bintang Cakra sebagai simbol arah mata angin yang memiliki arti kiasan di segala penjuru dunia manusia bersaudara dan di bundel dalam 10 program kemanusiaan melalui Development Committee.
  6.  Bulatan merah yang menjadi dasar Bintang/Cakra/Cahaya, ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia harus dapat menyampaikan ilmu pengetahuan dengan benar dan baik, sehingga timbul rasa kesadaran, serta kepekaan untuk saling mengingatkan, saling memperhatikan dan tolong menolong.
  7.  Tulisan Development Committee yang berbentuk curva yang memiliki arti sebagai wadah / lembaga penyangga kemanusiaan di dunia.



Lambang Pusat Pengkajian Informasi Daerah (PUSPINDA) DevComm, terdiri dari :
 Hasil gambar untuk LOGO DEC SAVE FOR ALL 

"Contoh Logo CIS Kab. Bojonegoro" 
 Perisai berwarna hitam dan di batasi garis kuning sebagai simbol kemapanan, keteguhan yang di garis batas oleh cahaya kemanusiaan.
Tulisan Nama Wilayah/Kab/Kota Development Committee sebagai tempat lokasi pelaksanaan pembangunan program kemanusiaan.

Perisai bagian dalam berwarna merah sebagai lambang keterkaitan sinergi dengan DEC untuk menjalankan jaringan informasi program kemanusiaan (humanitarian program) di dunia.
 Circle garis kuning searah jarum jam memiliki arti bahwa pusat informasi sebagai pusat pengolah data program kemanusiaan yang tiada henti dan terus menerus. Agar program kemanusiaan yang di jalankan menghasilkan data validasi yang baik dan benar, efektif dan
efisien serta aktual dan faktual.
 Lambang Bintang segi lima sebagai simbol nur cahaya.
 Tulisan Central Information Service yang berbentuk curva yang memiliki arti sebagai wadah / lembaga badan otonom penyangga informasi program kemanusiaan di dunia

 Lambang Badan Koordinasi Daerah Korps Pemuda Bangun Desa ( BAKORDA – KPBD ) Development Committee, terdiri dari :
 
Perisai berwarna hitam sebagai simbol kemapanan, keteguhan yang melaksanakan program kemanusiaan secara membumi.

Tulisan Nama Wilayah/Kab/Kota Development Committee sebagai tempat lokasi pelaksanaan program kemanusiaan.

Perisai bagian dalam berwarna merah putih sebagai lambang rasa bela bangsa dan cinta negara serta keutuhan program kemanusiaan yang melindungi kedua gender.

Lambang “tambah” merupakan Garis Horizontal dan Vertikal sebagai simbol titik “koordinat xy” yang memiliki arti kiasan kaitan Manusia (horizontal) dengan Tuhannya (vertikal keatas) dan Alam (vertikal ke bawah).

Tulisan Save For All yang berbentuk curva yang memiliki arti sebagai wadah / lembaga badan otonom penyangga program
kemanusiaan di dunia yang memberikan perlindungan akan alam dan seisinya.

Atribut dan kelengkapan Lainnya :

Untuk menimbulkan rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai pelaksana program kemanusiaan (humanitarian program) di dunia. Dan sebagai pembeda dengan lembaga/institusi lainnya, KBDDEC menciptakan atribut dan kelengkapan lainnya sebagai ciri khas Development Committee.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar