DEVELOPMENT
COMMITTEE
(
DEC )
DASAR PROGRAM KEMANUSIAAN
Jumlah Penduduk adalah sebuah
potensi yang besar bagi pembangunan suatu daerah bilamana masyarakat di daerah
tersebut di kelola secara baik dan benar, mereka akan tumbuh menjadi masyarakat
yang teratur, tertib, dan berkualitas,mampu membangun dirinya sendiri serta
bermanfaat bagi kepentingan pembangunan di daerahnya. Akan tetapi, bilamana
suatu daerah dengan populasi penduduk yang sangat tinggi, kehidupan
masyarakatnya tidak di tata sejak sedini mungkin, maka
akan menimbulkan bentuk masyarakat
yang hidup dengan sesuka hatinya, tanpa kontrol dan tidak dapat di atur.
Masyarakat seperti itu akan menjadi
ancaman dan malapetaka bagi kehidupan dan masa depan suatu daerah, yang pada
gilirannya menimbulkan masyarakat chaos, yaitu masyarakat yang mementingkan
diri sendiri, tidak dapat dikendalikan dan kehilangan kepercayaan kepada
pemerintah di daerahnya. Selama ini masyarakat memiliki pemahaman yang sangat
terbatas terhadap mereka yang dianggap sebagai panutannya seperti pemerintah
daerah tempat dimana mereka berada, sektor swasta sebagai penyedia lapangan
kerja dan para profesional dengan keahlian tertentu.
Masyarakat cenderung menyerahkan
masa depan dan kehidupannya kepada mereka yang memiliki kemampuan lebih baik
dibanding dirinya sendiri. Masyarakat percaya, seluruh persoalan kehidupan
sekecil apapun dapat ditanggulangi dan menjadi tanggung jawab dari para
pemimpinnya. Karena itu masyarakat bersikap pasif dan selalu menunggu
janji-janji yang telah dibuat oleh pemerintah daerah atau oleh tokoh-tokoh
masyarakat yang ada dilingkungannya sampai dengan janji-janji tersebut dapat
terpenuhi. Akan tetapi, setelah menunggu sekian lama janji tinggallah janji,
harapan tidak pernah menjadi kenyataan.
Kemampuan pemerintah yang dianggap
sebagai superior (mampu menyelesaikan seluruh persoalan) ternyata tidak
terbukti. Untunglah secara perlahan tapi pasti, masyarakat berada dalam era
globalisasi dimana teknologi informasi telah mengantarkan manusia berada dalam
wilayah open information (dunia tanpa batas), yang membuat masyarakat memahami
seluruh persoalan yang terjadi di lingkungannya,termasuk di dalamnya memahami
kesulitan yang sedang di hadapi oleh pemerintahnya sendiri.
Akibatnya pemerintah harus mengakui
bahwa selama ini mereka berada dalam kesulitan dan keterbatasan untuk membangun
masyarakat sesuai dengan janji-janji yang telah dibuatnya. Hal ini terjadi
sebagai akibat adanya beban hutang pemerintah dalam bentuk pinjaman luar negeri
yang jatuh tempo dan harus segera dilunasi dengan kewajiban pengembalian
pinjaman pokok dan bunga(interest) yang sangat membebani keuangan pemerintah.
Betapapun terbatasnya dana
pembangunan yang disediakan oleh pemerintah, system pembangunan masyarakat
tidak boleh terhenti karena akan mengganggu master plan pembangunan secara
keseluruhan (dampak sistemik). Untuk mengatasi kesulitan tersebut perlu di
mobilisasi partisipasi dan bantuan semua pihak dengan melibatkan seluruh
masyarakat untuk bersama-sama membangun dirinya sendiri sekaligus membantu
pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah di daerahnya. Kesempatan itu
ternyata telah di berikan seluas-luasnya kepada masyarakat dalam bentuk otonomi
daerah,dimana masyarakat dapat berperan aktif melakukan pembangunan diwilayah
terbatas tanpa harus terikat oleh beban-beban hutang yang sedang menyandera
sistem keuangan pemerintah. Tidak ada jalan lain, masyarakat harus berinisiatif
membantu pembangunan dengan kemampuannya sendiri, yaitu melakukan pembangunan
di bidang kemanusiaan (humanitarian),agar pembangunan yang dilakukan oleh
masyarakat terhindar dari pembangunan yang bersifat komersial yang dapat
menambah beban hutang pemerintah.
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu
dibentuk organisasi kemanusiaan (humanitarian) yang bekerja secara profesional,
teratur dan bersistem, dalam suatu panitia khusus yang di beri nama Panitia
Pembangunan (Development Committee) di masing-masing daerah.
Dengan demikian masalah-masalah
kemanusiaan di suatu Daerah dapat segera diatasi dan di selesaikan. Ada
beberapa alasan yang membuat Program Kemanusiaan (Humanitarian Program) begitu
penting untuk dilaksanakan, antara lain Program kemanusiaan (Humanitarian
Program) bersifat universal, tidak membeda-bedakan kelompok dan golongan
tertentu serta wajib dilaksanakan oleh suatu pemerintahan atau
institusi/organisasi yang melibatkan banyak orang.
Karena itu pemahaman dan latar
belakang timbulnya program kemanusiaan (humanitarian program) menjadi faktor
penting untuk di ketahui dan di pahami oleh semua orang agar pelaksanaan dan
penerapannya di lapangan sesuai dengan prinsip-prinsip.
POSITIVE THINKING
Sikap positif hanya bisa diwujudkan
ketika kita mampu membebaskan diri dari segala kedengkian.Tidak ada dendam dan
kebencian. Pemimpin yang berkualitas selalu melihat orang lain sebagai
keberkahan.Mereka sadar bahwa kehadiran orang lain adalaj jembatan untuk
mencapai keberhasilan.” Jauhilah olehmu segala bentuk kedengkian , sebab
kedengkian itu memakan segala kebaikan sama seperti api memakan kayu bakar yang
kering “.
Hidup bagiku bukanlah tujuan,
melainkan sebuah misi suci (sacred mission) untuk menebarkan benih kebajikan
universal (rahmatan lil alamin) yang melahirkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan
kedamaian (as-salam).Langkahku sangat mantab karena telah kutetapkan kiblatku
yang jelas, yaitu sebuah visi abadi untuk mengenal jalan kembali dengan cara
meraih ridha Ilahi.
Kupandang setiap makhluk ciptaan-Nya
sebagai titipan amanah yang harus ku jaga dengan penuh cinta dan dengan segala
kemampuanku kupelihara jiwa dan hati mereka karena eksistensi dan kualitas
diriku sangat ditentukan sejauh mana aku mencintai dan memberi manfaat bagi mereka.Maka,
kebahagiaanku yang paling bermakna adalah menjadikan diriku bermanfaat bagi
mereka mereka ”
Kompetensi adalah benih-benih
kemampuan yang harus dipupuk dan disiram melalui berbagai proses pembelajaran
dan pelatihan, menekuni pekerjaan dengan sunguh-sungguh, dan mengatasi bahkan
berani mengambil resiko untuk menghadapi tantangan. Kompetensi dibangun tidak
dalam satu hari, tetapi ia merupakan sebuah mata rantai dari rasa ingin tahu
yang sangat mendalam.
Para pemimpin yang kompeten adalah
sosok manusia yang selalu merasakan dirinya merasa berkekurangan untuk menimba
ilimu dan pengalaman. Mereka tidak pernah merasa gengsi atau meremehkan orang
lain betapapun kedudukan orang itu.
Ibarat dawai-dawai gitar. Dia tidak
akan pernah berbunyi , kecuali kita petik, dan getarannya akan bertambah indah
bergantung dari kompetensi kita memainkannya “.
WORLD DEC memang bukan perusahaan.
Karena itu WORLD DEC ada bukan untuk mencari keuntungan. WORLD DEC dibangun
atas dasar, adanya keinginan dari Masyarakat untuk mendapatkan peningkatan
Pengetahuan yang membuat masyarakat menjadi CERDAS, Trampil sehingga dapat
meningkatkan Kesejahteraan bagi dirinya dan keluarganya secara menyeluruh lahir
dan bathin. Penyusunan Program World DEC harus atas dasar kemanusiaan. Oleh
karena itu dalam Merecord Data pun harus mempunyai dasar yang jelas.
Kami akan memberikan arahan, agar
pengurus di daerah mempunyai pedoman yang benar dalam menentukan KODE Wilayah.
berikut kami berikan deskripsinya :
Kode Wilayah disusun berdasarkan
urutan Wilayah/Daerah tersebut, kapan mereka mendaftarkan / mengajukan diri
kepada World DEC untuk menjadi pengurus di Daerahnya. Misalkan untuk Wilayah
ACEH atau yang kami sebut dengan ACEH STATE. Saat kami menginformasikan adanya
Program Kemanusiaan untuk ACEH, daerah mana yang merespon lebih dulu atas
informasi yang kami berikan. Konkritnya yang dimaksud dengan merespon adalah
adanya pengajuan diri (sendiri/berkelompok) untuk menjadi Pengurus Daerah
dengan melampirkan BIODATA, CV, KK,KTP dan Photo yang diberikan kepada kami ,
melalui Dewan Pembina atau Koordinator Wilayah.
Jika berdasarkan urutan terujung
Pulau, maka Kota Sabang menjadi urutan pertama, akan tetapi jika berdasarkan
urutan Alphabet maka Kabupaten Aceh Barat menjadi urutan yang pertama. Didalam
Program Kemanusiaan tidak mengenal urutan berdasarkan itu. Dalam Program
Kemanusiaan, yang dilihat adalah siapa/daerah mana yang lebih dahulu merespon,
itulah yang mendapatkan urutan (prioritas) pertama. Mengapa di daerah ACEH
STATE, justru Kab.ACEH BESAR yang mendapatkan urutan pertama (01) karena Kabupaten
ACEH BESAR lah yang pertama kali mengajukan untuk membentuk kepengurusan di
Daerahnya hingga terbentuklah ABE-DEC yang telah mendapatkan legalitas dari
Notaris serta mendapatkan SK dari Pengurus Pusat.
Bagaimana jika pada tanggal yang
sama, ada beberapa daerah yang mendaftar menjadi anggota DEC? Kita kembali pada
contoh ABE-DEC. Jika saat Pembentukkan Pengurus pada tanggal 1 baru terdaftar 1
orang, maka data KECAMATAN orang tersebut di ABE-DEC menjadi urutan pertama
(01) juga Kelurahannya mendapat urutan pertama (01) di Kecamatan tersebut.
Lalu bagaimana jika Pada tanggal yang sama ada 40 orang mendaftarkan menjadi anggota DEC?
Lalu bagaimana jika Pada tanggal yang sama ada 40 orang mendaftarkan menjadi anggota DEC?
Bila ini terjadi, maka yang
dilakukkan urutkan data KECAMATAN berdasarkan alphabet dari A-Z begitu juga
dengan Kelurahannya di urutkan berdasarkan alphabet dan ini kemudian menjadi
dasar pengkodean di tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Kode yang dibuat ini akan
menjadi pedoman pengisian data bagi anggota-anggota baru. Oleh karena itu
tanggal pendaftaran menjadi hal mutlak yang harus ada.
Mengapa kami beri judul PRIORITAS?
dalam kondisi seperti sekarang ini, jarang sekali orang tertarik untuk merespon
adanya program KEMANUSIAAN. Lebih
banyak orang yang ragu daripada yang antusias dengan programnya, padahal
programnya sangat kita butuhkan. Kenapa? karena kepedulian masyarakat akan
dirinya dan orang lain sudah makin tipis. Saat ini, kebanyakkan orang selalu
mengukur segala sesuatunya dengan nilai nominal (jumlah uang).
Program Kemanusiaan erat kaitannya
dengan membentuk semangat kebersamaan, saling membantu, bekerjasama serta
menghormati akan Hak Asasi seseorang. Sedangkan orang2 yang sekarang selalu
mengukur segala sesuatunya dengan uang, maka ia akan tergiring pada kehidupan
yang individual dan cenderung akan terkotak-kotak, dan menjauh dari kepentingan
bermasyarakat. Oleh karena itulah kami dari World DEC akan mengapresiasi siapa
saja yang saat ini ingin mengembangkan Program Kemanusiaan ini dengan baik dan
benar, dan mereka itulah yang akan mendapatkan Prioritas dari World DEC.
OTONOMI DAERAH DAN PROGRAM
KEMANUSIAAN
Otonomi Daerah dan Program
Kemanusiaan Dengan memperhatikan sistem pemerintahan setingkat otonomi daerah,
masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun dirinya sendiri dalam bentuk
membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya dengan demikian
program kemanusiaan (humanitarian program) dapat dijadikan dasar sebagai modal
pembangunan, agar dana yang masuk dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk
kesejahteraan masyarakat dengan cara bekerja secara teratur dan bersistem,
tepat sasaran dan dapat dipertanggung jawabkan penggunaannya.
Bidang-bidang kemanusiaan yang
menjadi program utama dari Panitia Pembangunan (Development Committee) terdiri
dari 10(sepuluh) bagian, yaitu 5(lima) bagian pembangunan mental dan 5(lima)
bagian untuk infrastruktur sebagai fasilitas pendukung sistem pembangunan
kemanusiaan antara lain :
P
R O G R A M
WORLD
SAVE FOR ALL
" logo SFA kota Tangerang "
Humanitarian Program
Program-program Kemanusiaan DEC
(Development Committee) Meliputi:
BAGIAN SAVE FOR ALL
Sub bagian Kesejahteraan Sosial
Sub bagian Keluarga Berencana
Sub bagian Fasilitas Kesejahteraan
Sosial
BAGIAN HEALTH FOR ALL
Sub bagian Pelayanan Medis
Sub bagian Pencegahan Penyakit
Menular
Sub bagian Fasilitas Kesehatan
BAGIAN FINANCE
Sub bagian Koperasi dan Pegadaian
Sub bagian Tabungan Daerah
Sub bagian Jaminan Sosial
BAGIAN RESEARCH AND TECHNOLOGY
Sub bagian Teknologi Tepat Guna
Sub bagian Industri dan Perdagangan
Sub bagian Pemetaan dan Save Energy
BAGIAN EDUCATION FOR ALL
Sub bagian Wajib Belajar
Sub bagian Pendidikan Luar Sekolah
Sub bagian Fasilitas Pendidikan
BAGIAN JUSTICE FOR ALL
Sub bagian Pelayanan Hukum
Sub bagian Reklasering
Sub bagian HAM
BAGIAN HUMAN RESOURCE
Sub bagian Olah Raga dan Seni Budaya
Sub bagian Tani dan Nelayan
Sub bagian Buruh dan Tenaga Kerja
BAGIAN NATURAL RESOURCE
Sub bagian Pertambangan
Sub bagian Reboisasi
Sub bagian Kelautan
BAGIAN INFRASTRUCTURE
Sub bagian Air dan Listrik
Sub bagian Transfortasi dan
Komunikasi
Sub bagian Perumahan
BAGIAN RESCUE
Sub bagian Darat
Sub bagian Laut
Sub bagian Udara
Pendirian Esa Monetary Fund (EMF)
DAN World DEC
Pada tanggal 21 Juni 2004, Esa
Monetary Fund di Deklarasikan, dan keberadaan Esa Monetary Fund (EMF)
diberitahukan melalui kepala United Nations bahwa EMF telah Efektif. Dan
balasan surat dari United Nations kepada EMF baru pada tanggal 9 September
2004. Sejak itulah United Nations mulai berkomunikasi dengan EMF.
Pada tanggal 26 Desember 2004
terjadi bencana Tsunami di Aceh. Sampai 2 hari dari kejadian, tidak ada satu
negarapun yang datang untuk membantu Aceh. Oleh karena itu, EMF pada tanggal 28
Desember 2004 mengirimkan surat ke Joseph Spire memerintahkan bundest president
Switzerland agar IRC (international Red Cross) membantu Tsunami Aceh . Negara
mana saja yg membantu tsunami di Aceh akan mendapatkan @ $ 50.000.000 USD.
Tidak berapa lama dari itu, mulailah berdatangan bantuan dari beberapa negara
seperti Amerika, Singapura, Abudabi dan terus datang secara bergelombang hingga
totalnya 98 Negara.
98 Negara ini adalah anggota PBB
(United Nations), Hanya saja dalam pengamatan Esa Monetary Fund ternyata ada
penyimpangan dalam pelaksanaan Program Kemanusian yang dilakukan oleh anggota
PBB tersebut selama ini.
Setelah mempelajari dengan seksama dan dengan perhitungan yang matang selama 10 tahun, maka di tahun 2014 ESA MONETARY FUND (EMF), bersinergi dengan WORLD DEVELOPMENT COMMITTEE. ESA MONETARY FUND telah menyiapkan dana untuk disalurkan oleh World Development Committee dalam Program Kemanusiaan.
Setelah mempelajari dengan seksama dan dengan perhitungan yang matang selama 10 tahun, maka di tahun 2014 ESA MONETARY FUND (EMF), bersinergi dengan WORLD DEVELOPMENT COMMITTEE. ESA MONETARY FUND telah menyiapkan dana untuk disalurkan oleh World Development Committee dalam Program Kemanusiaan.
Atas Dasar Hukum Kemanusiaan, maka
masyarakat yang meminta Dana Kemanusiaan kepada World DEC, haruslah Lembaga
legal, yang dibangun secara mandiri oleh kelompok Masyarakat di Daerah tersebut
dalam sebuah Kepanitiaan Pembangunan Daerah (DEC) Juga dengan cara yang benar
dan dengan administrasi yang rapih.
Informasi ini diberitahukan kepada
rekan2, kerabat dan handaitaulan, bagi siapa saja yang ingin membangun
Daerahnya maka untuk membentuk Kepanitiaan di daerah dimana di setiap akta
pendiriannya di cantumkan Nama Pembina sebagai perwakilan dan World DEC untuk
mengukuhkan jati diri EMF sebagai Pemilik Aset yang akan membiaya
Program-program Kemanusiaan di daerah masing-masing.
Agar DEC Daerah dapat terhubung
dengan World DEC, maka dari beberapa DEC di daerah harus membentuk DEC Wilayah
hingga DEC-DEC Wilayah membentuk DEC Nasional.
Setelah struktur terbentuk, barulah
World Development Committee menyalurkan dana kemanusiaan kepada semua DEC di
daerah sebagai badan operasional dalam melaksanakan program kemanusiaan yang
berhubungan langsung dengan masyarakat yang telah mempunyai struktur yang
lengkap. Keberadaan World DEC telah diberitahukan kepada United Nation pada
tanggal 24 Oktober 2014 dan di Deklarasikan di Yogyakarta pada tanggal 7
Desember 2014. Oleh karena itu mengapa dalam ID card di cantumkan “World
Devlopment Committee – United Nations”. Mengapa kita tidak dapat mengakses
website World Dec? Karena DEC di programkan untuk 30 tahun kedepan, jadi
tahapan proses itu harus dilalui dengan benar ( Bottom Up). Jika tahapan ini
tidak dilewati secara benar maka dana kemanusiaan tidak akan pernah cair.
Mengapa? karena tatacaranya salah dan tidak sesuai dengan hukum dasar
kemanusiaan. Sesuatu yg batal demi hukum konsekuensinya Dana Kemanusiaan tidak
Cair dan Program tidak bisa terealisasi.
Logo yang digunakan Oleh World
Development Committee Perisai Hitam serta Garis silang berwarna Emas ini
menunjukkan tentang Koordinat Central Hak atas Tanah ( Pemilik Aset) berada di
Bandung.Dimana Bandung juga tempat Deklarasi EMF dan United Nations. Cakra
(Bintang delapan) mewakili Ilmu-ilmu dasar; ilmu matematikan, Fisika, Biologi,
Kimia, Geologi, Hukum, Sejarah, dan Ekonomi yang di implentasikan dalam 10
Program kemanusiaan. Bulatan merah yang menjadi dasar Bintang/Cakra/Cahaya, ini
menunjukkan bahwa kita sebagai manusia harus dapat menyampaikan ilmu pengetahuan
dengan benar dan baik, sehingga timbul rasa kesadaran, serta kepekaan untuk
saling mengingatkan, saling memperhatikan dan tolong menolong. Perisai merah
(dada Manusia) ini menunjukkan bahwa Manusia bekerja dengan suatu batasan dan
harus menghormati batas2 yang telah ditentukan. Semangat dalam melaksanakan
program kemanusiaan juga tidak boleh melanggar wilayah orang lain. Semua harus
sesuai dengan porsi tugasnya masing-masing.
Yang memberikan Ilmu Pengetahuan/
Cahaya itu adalah Allah, secara keseluruhan ttg Logo diartikan sebagai perintah
Allah agar kita menjalankan Hablum minannas tanpa membedakan RAS, Agama atau
golongan karena Allah itu Rahmatan lil Alamin.
WORLD SAVE FOR ALL
” Hidup bagiku bukanlah tujuan,
melainkan sebuah misi suci (Sacred Mission) untuk menebarkan benih kebajikan
Universal (Rahmatan lil ‘Alamin) yang melahirkan kebahagiaan, kesejahteraan,
dan kedamaian (As-Salam). Langkahku sangat mantap karena telah kutetapkan
kiblatku yang jelas, yaitu sebuah Visi abadi untuk mengenal jalan kembali
dengan cara meraih ridha Ilahi. Kupanda
VISI
“Membangun Masyarakat menjadi Masyarakat yang Cerdas, Terampil Sejahtera Lahir dan Batin “
“Membangun Masyarakat menjadi Masyarakat yang Cerdas, Terampil Sejahtera Lahir dan Batin “
MISI
- Membentuk Panitia Pembangunan Daerah yang bekerja secara profesional di bidang Kemanusiaan ( Humanitarian ) untuk membantu tugas-tugas Pemerintah Membangun Kabupaten / Kota di daerah tersebut.
- Mendirikan Pusat Pengkajian Informasi Daerah ( PUSPINDA ) yang bekerja secara teratur dan bersistem agar sistem pembangunan kemanusiaan di Kabupaten / Kota dapat bekerja secara cepat, tepet, efektif dan efisien.
- Menggerakan seluruh potensi masyarakat Kabupaten / Kota untuk bersama-sama membangun daerahnya dan membangun dirinya sendiri agar menjadi manusia seutuhnya ( paripurna ).
NAMA LEMBAGA
DEVELOPMENT COMMITTEE disingkat DEC
DEVELOPMENT COMMITTEE disingkat DEC
AZAS
P a n c a s i l a
P a n c a s i l a
TUJUAN
DEC dibangun dan didirikan untuk mewujudkan masyarakat Sejahtera Lahir dan Batin.
DEC dibangun dan didirikan untuk mewujudkan masyarakat Sejahtera Lahir dan Batin.
KEDAULATAN
Kedaulatan tertinggi DEC berada pada
pemilik Asset yang merupakan Lembaga Keuangan Tunggal Dunia dengan nama Esa
Monetary Fund dilaksanakan oleh pemegang asset yang di tempatkan pada dewan
Pembina DEC untuk menjalankan Program Kemanusiaan ( Humanitarian Program )
DEWAN PEMBINA
Pemegang Aset
Yaitu mereka yang menyediakan modal kerja terjamin untuk menjalankan Program Kemanusiaan ( Humanitarian Program )
Yaitu mereka yang menyediakan modal kerja terjamin untuk menjalankan Program Kemanusiaan ( Humanitarian Program )
Pengendali Program
Mereka yang mempersiapkan Program Kemanusiaan (Humanitarian Program) untuk mengelola modal terjamin menjadi dana rutin untuk membiayai Program Kemanusiaan yang dilajankan oleh DEC
Mereka yang mempersiapkan Program Kemanusiaan (Humanitarian Program) untuk mengelola modal terjamin menjadi dana rutin untuk membiayai Program Kemanusiaan yang dilajankan oleh DEC
PEMEGANG KEBIJAKAN DAERAH
Mereka yang memiliki jabatan pada pemerintah daerah, dengan jabatan tersebut mereka dapat membantu memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Kemanusiaan ( Humanitarian Program ) yang dilaksanakan oleh DEC
PANITIA PENGENDALI ATAU PENGURUS
DAERAH
PANITIA PELAKSANA ATAU PENGURUS
CABANG
SERAGAM DAN ATRIBUT
PANJI
DEC Mempunyai Panji atau Pataka
berbentuk bendera persegi empat, berwarna putih dengan rumbai-rumbai kuning
dipinggirnya, selanjutnya ditengah Pataka terdapat Perisai berwarna pinggir
merah ditambah tulisan Development Committee berwarna putih, sedangkan bagian
dalam perisai berwarna hitam terdapat garis vertical dan horizontal berwarna
kuning emas, ditengah-tengah perisai terdapat lingkaran berwarna merah dengan
lambing matahari yang diberi symbol Cakra kuning emas.
LAMBANG
Lambang Development Committee,
terdiri dari :
"Contoh Logo DEC Lampung Tengah"
- Perisai berwarna merah sebagai simbol kehidupan, pertahanan diri dan kekuatan tekad semangat menjalankan program kemanusiaan (humanitarian program) dan bekerja dengan suatu batasan dan harus menghormati batas2 yang telah ditentukan. Semangat dalam melaksanakan program kemanusiaan juga tidak boleh melanggar wilayah orang lain. Semua harus sesuai dengan porsi tugasnya masing-masing.
- Tulisan Nama Wilayah/Kab/Kota Development Committee sebagai tempat lokasi pelaksanaan pembangunan program kemanusiaan.
- Perisai bagian dalam berwarna hitam yang memiliki arti hak kedaulatan yang sah, clear and clean untuk menjalankan program kemanusiaan (humanitarian program) di dunia.
- Garis Horizontal dan Vertikal warna emas menunjukkan titik koordinat central Hak Atas Tanah (Pemilik Aset). Sebagai daerah Corps Diplomatic tempat berdirinya lembaga-lembaga dunia.
- Bintang Cakra sebagai simbol arah mata angin yang memiliki arti kiasan di segala penjuru dunia manusia bersaudara dan di bundel dalam 10 program kemanusiaan melalui Development Committee.
- Bulatan merah yang menjadi dasar Bintang/Cakra/Cahaya, ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia harus dapat menyampaikan ilmu pengetahuan dengan benar dan baik, sehingga timbul rasa kesadaran, serta kepekaan untuk saling mengingatkan, saling memperhatikan dan tolong menolong.
- Tulisan Development Committee yang berbentuk curva yang memiliki arti sebagai wadah / lembaga penyangga kemanusiaan di dunia.
Lambang Pusat Pengkajian Informasi
Daerah (PUSPINDA) DevComm, terdiri dari :
"Contoh Logo CIS Kab. Bojonegoro"
Perisai berwarna hitam dan di
batasi garis kuning sebagai simbol kemapanan, keteguhan yang di garis batas
oleh cahaya kemanusiaan.
Tulisan Nama Wilayah/Kab/Kota
Development Committee sebagai tempat lokasi pelaksanaan pembangunan program
kemanusiaan.
Perisai bagian dalam berwarna merah
sebagai lambang keterkaitan sinergi dengan DEC untuk menjalankan jaringan
informasi program kemanusiaan (humanitarian program) di dunia.
Circle garis kuning searah
jarum jam memiliki arti bahwa pusat informasi sebagai pusat pengolah data
program kemanusiaan yang tiada henti dan terus menerus. Agar program
kemanusiaan yang di jalankan menghasilkan data validasi yang baik dan benar,
efektif dan
efisien serta aktual dan faktual.
efisien serta aktual dan faktual.
Lambang Bintang segi lima
sebagai simbol nur cahaya.
Tulisan Central Information
Service yang berbentuk curva yang memiliki arti sebagai wadah / lembaga badan
otonom penyangga informasi program kemanusiaan di dunia
Lambang Badan Koordinasi
Daerah Korps Pemuda Bangun Desa ( BAKORDA – KPBD ) Development Committee,
terdiri dari :
Perisai berwarna hitam sebagai
simbol kemapanan, keteguhan yang melaksanakan program kemanusiaan secara
membumi.
Tulisan Nama Wilayah/Kab/Kota
Development Committee sebagai tempat lokasi pelaksanaan program kemanusiaan.
Perisai bagian dalam berwarna merah
putih sebagai lambang rasa bela bangsa dan cinta negara serta keutuhan program
kemanusiaan yang melindungi kedua gender.
Lambang “tambah” merupakan Garis
Horizontal dan Vertikal sebagai simbol titik “koordinat xy” yang memiliki arti
kiasan kaitan Manusia (horizontal) dengan Tuhannya (vertikal keatas) dan Alam
(vertikal ke bawah).
Tulisan Save For All yang berbentuk
curva yang memiliki arti sebagai wadah / lembaga badan otonom penyangga program
kemanusiaan di dunia yang memberikan
perlindungan akan alam dan seisinya.
Atribut dan kelengkapan Lainnya :
Untuk menimbulkan rasa percaya diri
dan kebanggaan sebagai pelaksana program kemanusiaan (humanitarian program) di
dunia. Dan sebagai pembeda dengan lembaga/institusi lainnya, KBDDEC menciptakan
atribut dan kelengkapan lainnya sebagai ciri khas Development Committee.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar